Ciri-Ciri Dan Jenis Penyakit Epilepsi

By | November 10, 2016

Ciri-Ciri Dan Jenis Penyakit Epilepsi

Ciri-Ciri Dan Jenis Penyakit Epilepsi – Seseorang yang mengalami gangguan epilepsi dapat memiliki kejang yang bervariasi. Sebagian penderita hanya mengalami kejang dalam jangka waktu yang pendek yang disertai tatapan kosong, hanya sebagian. Pada sebagian penderita yang lain mengalami kejang dalam jangka waktu yang lebih lama, disertai dengan kedutan dibagian lengan dan kaki mereka. 

Penyakit epilepsi merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapa pun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi. Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman virus dan bakteri.

Ciri-Ciri Dan Jenis Penyakit Epilepsi

Ciri-Ciri Epilepsi Secara Umum Diantaranya :

  1. Timbulnya kebingungan sementara.
  2. Tatapan mata menjadi kosong.
  3. Lengan dan kaki menghentak-hentak tak terkendali.
  4. Hilangnya kesadaran seseorang.

Berdasarkan para ahli kesehatan epilepsi dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu :

A. Epilepsi fokal (parsial)

Kejang yang dihasilkan oleh aktivitas abnormal hanya dalam satu bidang otak saja. Kejang ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

1. Epilepsi parsial sederhana, yaitu kejang yang dialami seseorang tanpa mengalami hilangnya kesadaran. Adapun ciri-ciri dari pilepsi yang mengalami kejang ini adalah :

2. Epilepsi parsial kompleks, yaitu kejang yang dialami seseorang yang mengakibatkan hilangnya kesadaran seseorang. Ciri-ciri kejang ini antara lain adalah :

Gejala lain dari Epilepsi fokal (parsial) ini adalah : timbulnya rasa bingung maupun gangguan neurologis lainnya seperti migrain, narkolepsi, atau gangguan mental.

B. Epilepsi Umum

Kejang yang muncul untuk dan melibatkan semua bagian otak. Kejang ini di bedakan menjadi 6 kategori, yaitu :

  1. Absence seizure (Epilepsi petit mal) Kejang yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat dan gejalanya hampir tak bisa terdeteksi. Ciri ciri epilepsi dari kejang ini paling umum terjadi pada anak-anak usia antara 4 hingga 14 tahun. Namun meskipun jarang terjadi, kejang ini bisa menimpa seseorang yg berusia lebih tua.
  2. Atonic seizures ( akinetik ), Kejang ini biasanya terjadi kurang dari 15 detik. Kejang ini biasa terjadi di masa kanak-kanak hingga usia dewasa atau pada seseorang yang mengalami sindrom Lennox Gastaut.
  3. Tonic seizures, Kejang ini paling sering terjadi pada saat seseorang sedang tidur dan biasanya melibatkan semua atau sebagian dari otak, yang mempengaruhi kedua sisi tubuh. Jika pada saat kejang berlangsung, penderita tiba-tiba berdiri, maka hal tersebut dapat mengakibatnyya terjatuh. Kejang ini biasanya berlangsung kurang dari 20 detik. Kejang ini bisa menimpa siapa saja termasuk seorang penderita sindrom Lennox Gastaut.
  4. Clonic seizures, Seseorang yang mengalami kejang ini bisa ditandai dengan gerakan menyentak yang berulang-ulang. Kejang ini dapat menimpa segala usia termasuk bayi yang baru lahir.
  5. Myoclonic seizure, yaitu kejang yang terjadi dalam waktu singkat, yaitu berlangsung kurang dari 1 hingga 2 detik saja. 
  6. Tonic-clonic seizures atau Epilepsi grand mal. Kejang ini dapat menimpa anak-anak maupun orang dewasa. Ketika seseorang mengalami kejang tonik-klonik, mereka tidak dapat menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka.

Itulah ciri-ciri dan jenis penyakit epilepsi yang harus anda ketahui supaya anda lebih mewaspadai penyakit epilepsi dan jika sudah terkena penyakit epilepsi segera lakukan pengobatan.

Kami merekomendasikan agar anda melakukan pengobatan dengan menggunakan Jelly Gamat QnC. Terbuat dari bahan alami yang sangat efektif dalam menuntaskan penyakit epilepsi. Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik gambar dibawah ini !!

Ciri-Ciri Dan Jenis Penyakit Epilepsi

Ciri-Ciri Dan Jenis Penyakit Epilepsi

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *